Minggu, 11 Januari 2015
Bandara Terbaik Itu... Ada di Negara Terkecil
27 Oktober 2014. Hari itu, adalah hari pertama saya menginjakkan kaki di negara orang.Hap. Jam menunjukkan 11:05 waktu bagian Singapore. Saya sudah tiba di Changi Airport! :D
Look, the biggest and the best airport in the world! Changi! And it is located on the smallest country!
Setelah keluar dari arrival room, saya terkagum dengan interior dan furnitur yang digunakan dalam Changi. Benar benar terlihat modern, apalagi hanya untuk ukuran Asia Tenggara.
Saat itu saya tidak tahu apa itu Skytrain seperti yang tertera pada papan penunjuk arah. Saya kira Skytrain adalah kereta menuju kota yang dibuat relnya di atas tiang tiang, sehingga nampak seperti di atas langit. Ternyata bukan, Skytrain adalah kereta yang memfaslitasi penumpang yang ingin menuju terminal lain, misal dari T1 ke T3. Memang dibangun di pinggir lantai 2, sehingga seolah olah berada di langit.
Anda haus karena perjalanan?
Di setiap dekat toilet di Changi selalu disediakan tempat minum gratis. Ada yang berupa dispenser, ada yang anda tinggal mangap saja :D
Nah yang ini yang tinggal mangap. Haha kurang enak dilihat sih, apalagi untuk orang Islam kayanya ga banget minum kaya gini. Saya sih bawa botol minum dari mantan #eh, jadinya saya gunakan yang dispenser. Lebih nyaman minum seperti ini.
Lorong yang sangat panjang bukan? Inilah Changi. Bandara terbesar. Memang apalagi ketika saya pulang pertama kali dari sini, saya kaget, mendapatkan boarding room nomor A18. Ketika masuk di pintu setelah cek paspor, di atas travelator ini ada tulisannya, "20 menit waktu tempuh jalan kaki". Saya pikir wah bercanda ini. Ternyata tidak. Lorongnya memang sangat panjang. This is Changi, men! Saya lari karena mengejar waktu, pesawat pulang 16:30 sedangkan saya masih di travelator pukul 16:15.
Oh iya, perlu saya ingatkan. Di Singapore lajur kanan di travelator atau pun eskalator adalah untuk orang yang ingin buru-buru. Jadi kalau anda berada di travelator atau eskalator di sana, jika tidak ingin jalan/ lari, tetap berada di sebelah kiri.
Nah setelah mengurus kartu embarkation, yakni kartu kedatangan ke Singapore, saya ngantri taksi di belakang bule bule itu. Jangan sekali-kali nyelak ya, emangnya di Indonesia :D. Jujur karena ini pertama kali saya ke Singapore, saya ga tahu ternyata naik taksi di sini cukup mahal dibanding naik SMRT. Tapi ya gapapa sih, wong dibayarin ini haha..
Hostel saya terletak di dekat Orchard Road, seberang stasiun Somerset. Naik taksi dari sini kurang lebih 30 Dollar SG (SGD), apabila naik SMRT hanya 1.72 SGD. Jauh sekali bukan? Naik taksi 17 kali lipatnya biaya naik SMRT. (Pada saat itu 1 SGD= 9400 Rupiah :( )
Hanya memang nyaman naik taksi, karena jalanan di SG ga macet. Apalagi SMRT banyak sekali orang, yang memang jam-jam segini isinya backpacker yang baru sampai SG.
Next post, saya akan cerita tentang hari hari pertama saya di sekitaran hostel, bugis dan.......
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar