Minggu, 11 Januari 2015

Perjalanan Pertama Ke Singapore

27 Oktober 2014, seorang doktor yang baik hati memberikan sebuah mandat untuk menjalankan tugas di Singapore. Di sini penulis akan berbagi pengalaman perjalanan menuju Singapore.

Pukul 04:00
Saya terbangun di rumah tinggal orang tua di Pamulang, Tangerang, karena harus segera berangkat ke airport Soetta. Biasalah, karena di mana mana macet, harus bangun sepagi mungkin. Dengan taksi saya berangkat pukul sekitar pukul 04:45 dan tiba di bandara pukul 06:00. Ini perjalanan internasional pertama saya, kendati hanya ke Singapore, tetap sesuatu yang saya idamkan sejak dulu lulus SMK, ke luar negeri. Entah bekerja, entah kuliah. Meski tetap tujuan utama saya ke Jerman suatu saat (aamiin).

Saat tiba di Soetta, seperti biasa, cek bagasi, dan menukar tiket. Hanya saja ada hal yang membuat saya agak sebal pagi itu, mengapa staf penukaran tiket dengan santainya masih sarapan sedangkan para penumpang antre menunggu hingga 1 jam. Saya memaklumi itu karena yakin, semua orang yang bekerja saat itu pasti lapar, namun bukankah penumpang adalah raja?

Setelah tiket didapat, penumpang internasional akan diperiksa paspornya oleh petugas imigrasi dan distempel. Lalu penumpang menuju gerbang yang tertera di tiket.

Pukul 08:00
Saya masuk ke terminal 2 gerbang D4, menunggu boarding dari sini.
Lorong menuju gate D4 Soetta Airport


Saat menunggu saya bertemu beberapa orang, ada yang mengaku TKW ada yang memang ingin jalan-jalan, dan saya ditanya "Mas, nanti di Singapore kalau mau ke sini gimana ya?". Saya menjawab, "Duh bu, saya baru pertama kali ke Singapore, bahkan belum tahu nanti di sana akan menggunakan transportasi apa".

Pukul 08:20
Pesawat Boeing milik Lion Air

Semua penumpang sudah menaiki pesawat Boeing milik maskapai Lion Air itu. Kita departing. Ini untuk keempat kalinya dalam hidup saya menaiki pesawat, beruntung, pesawat keempat terbang ke tempat yang sudah berbeda kedaulatan.
Saat pesawat sudah mengudara di atas 36000 kaki, saya iseng ngambil gambar sayap, kebetulan saya dapat seat samping sayap, dan jendela sehingga bisa langsung curi-curi gambar.
Dilarang memang, tapi saya kan menggunakan airplane mode di HP saya, saya rasa tak masalah, karena yang penting tidak mengganggu komunikasi pesawat, bukan? :p
Dont u dare? :D
Kau tahu? Di atas sana kita bukanlah apa apa. Pesawat bergetar hebat, turbulensi. Apalagi saat memasuki cuaca tidak baik, turbulensi terjadi bisa sampai 15 menit. Jadi wajar saja sangat dipertaruhkan nyawa kita pada saat itu, banyaklah berdoa.

Penasaran setelah saya tiba di Singapore? Nantikan post berikutnya :D

1 komentar: